Tuesday, 12 March 2013

Kenalkan: Difa

Gimana rasanya jadi perempuan usia dewasa muda yang kerjaannya hidup bahagia? Kerjaannya cuma merawat kecantikan, belanja-belanji fashion dan segala printilan lainnya, sesekali travelling ke luar negeri (baca: Maldives atau 1 dari 10 best island lainnya). Bahagia?

Itulah yang gue perankan selama tiga bulan lebih belakangan ini. Menjadi sosok sosialita muda bernama 'Difa'.

Selama menjadi Difa, gue sedikit banyak jadi tahu cara ber-make up yang baik dan benar. Mulai dari natural, sampai 'zombie-barbie' ala Michelle Phan. Mulai dari make foundation atau BB cream, sampai nail art. Wawasan per-make up-an juga makin luas, nggak cuma terbatas seputar Ponds, Pigeon, dan Body Shop aja. 

Soal fashion? Wah, kayaknya bisa apal nih minggu ini ada fashion week di mana, ada awarding night apa, atau siapa dateng pakai baju apa! Dengan berkiblat pada Cosmopolitan, Vogue, and the ganks, kamus fashion gue sepertinya berkembang pesat.

Yeah, itulah Difa. Peran yang sebentar lagi harus gue tinggalkan meski sebenarnya masih cinta. Sekilas, Difa ini seperti 'punya segalanya'. Sayang, ia belum punya satu hal yang cukup penting: perhatian. Belum banyak yang mengenalnya dan butuh perjuangan keras supaya ia bisa dikenal luas.

Sayang ya Difa, kita harus berpisah sebentar lagi. Terima kasih loh udah ngasih gue banyak kesempatan mengenal dunia 'hai hai jeung' muda sampai kadang kebawa ke kehidupan nyata :p

Btw, ini adalah blog kesekian yang gue bikin. Semoga nggak terkesan labil ya. Entah kenapa mendadak terinspirasi aja buat bikin blog di luar tumblr lagi supaya lebih enak kalau ada yang mau mengakses lewat mobile. Kalau diperhatiin, pemakaian bahasa di blog ini juga akan lebih blak-blakan. Yes, kadang lebih nyaman ber-'elo gue' dalam tulisan ;)

No comments:

Post a Comment